Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Sunday, July 3, 2016

Perusahaan Korea-Indonesia Investasi Pengadaan Kapal

Padang. Perusahaan pembuat kapal Korea Koring Ocean Development dan PT Andalas Bahari Lestari sepakat bekerjasama dan berinvestasi di sektor kelautan Sumatera Barat dalam pengadaan kapal nelayan di Padang.
"Kami baru saja menandatangani MoU kesepakatan yang berlaku selama setahun untuk bekerjasama dalam pengadaan kapal di Sumbar," kata Direktur Utama PT Andalas Bahari Lestari Syahril Amir di Padang, Jumat (24/6).

Sebagai langkah awal, kata dia, PT Andalas akan datangkan dua contoh kapal dari Korea untuk dikenalkan ke nelayan Sumbar "Kapal tersebut akan berbahan fiber dengan teknologi, mesin, dan bahan baku dari Korea, tapi tetap dirakit di Padang," kata dia.

Syahril juga mengatakan, pengadaan akan dilaksanakan sesegera mungkin dan diharapkan setelah lebaran dua kapal tersebut sudah berada di Padang. "Kami akan siapkan perizinan masuknya dan mereka siapkan bahan bakunya dalam dua bulan ini," katanya.

Kemudian, produksi akan berlanjut hingga 10 sampai 20 kapal perbulan sesuai kebutuhan nantinya. Pengusaha asal Korea Kim Dong Wuk mengatakan, akan membantu nelayan dalam pengenalan dan pelatihan penggunaan kapal. "Kami juga akan mendatangkan teknisi dari Korea untuk membantu nelayan mengenali teknologi Korea," ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri mengatakan, kerja sama tersebut sangat sejalan dengan program pemerintah pusat yaitu pengalihan semua kapal kayu ke fiber. "Agar kerja sama ini terlaksana kami sebagai pemerintah membantu memberikan informasi dukungan dan penguatan," kata dia.

Selanjutnya, kata Yosmeri, pertemuan tersebut murni penandatangan MoU bisnis antar pihak swasta, pemerintah tidak ikut serta dalam pendanaan apapun. "Meski begitu kerjasama tersebut tentu sangat menguntungkan dalam pengembangan kelautan Provinsi Sumatera Barat," katanya.

No comments:

Post a Comment