Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Friday, December 30, 2016

Pemerintah Lelang Surat Utang Perdana di awal Januari 2017

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melempar lelang Surat Utang Negara (SUN) perdana pada Selasa, 3 Januari 2017. Ditargetkan, sekitar Rp15 triliun-Rp22,5 triliun bisa dikantongi melalui surat utang itu untuk memenuhi target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.



Mengutip situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, pemerintah akan menerbitkan lima seri surat utang dalam denominasi rupiah, yaitu seri SPN03170404, SPN12180104, FR0061, FR0059, termasuk FR0072. Adapun SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Seri SPN12180104 (new issuance) bakal jatuh tempo pada 5 April 2017. Sementara, SPN12180104 (new issuance) jatuh tempo pada 4 Januari 2018. Keduanya memiliki tingkat kupon diskonto dan alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 50 persen dari yang dimenangkan.

Berikutnya, seri FR0061 (reopening) akan jatuh tempo pada 15 Mei 2022 dengan tingkat kupon sebesar 7 persen. Kemudian, seri FR0059 (reopening) akan jatuh tempo pada 15 Mei 2027 dengan tingkat kupon 7 persen. Terakhir, seri FR0072 memiliki tingkat kupon sebesar 8,25 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Mei 2036.

Selanjutnya, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. 
Sebagai informasi, tahun depan pemerintah menargetkan target bruto penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp597,035 triliun.


sumber : cnnindonesia.com/