Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Sunday, March 5, 2017

Operasional TPPAS Legoknangka minta dipercepat

Anggota Komisi IV DPR RI Yadi Srimulyadi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat operasional Tempat ‎Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka.

Kesimpulan tersebut muncul setelah Yadi melakukan sidak ke TPPAS Legoknangka di sela reses di dapilnya di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu 4 Maret 2017.

Yadi yang saat itu didampingi oleh para kepala desa diantaranya Kades Citaman, Kades Bojong, Kades Ciaro, dan Kades Ciherang itu sempat meninjau beberapa tempat pembangunan TPPAS tersebut. Ia pun menyayangkan belum berfungsinya TPPAS Legoknangka, padahal kebutuhan TPA di Bandung Raya ini sangat mendesak.

"Saya menagih janji gubernur untuk menyelesaikan pembangunan TPA ini karena TPA Sarimukti sudah overload disamping itu saya disini melihat di papan nama proyek pekerjaan berakhir bulan Mei 2017," ujarnya.

Diakui Yadi‎, menurut keterangan pekerja proyek yang ada di lapangan TPPAS sudah bisa difungsikan untuk open dumping hanya tinggal menunggu alat berat.

"Saya melihat secara fisik TPPAS sudah siap digunakan, kalau hanya menunggu alat berat seperti backhoe dan lain-lain waktu 2 bulan untuk pengadaan cukup, jadi menunggu apalagi " ujar dia.

Dia menambahkan,pihaknya mendesak pemprov Jabar segera mengoperasikan TPPAS Legoknangka agar tidak terjadi lagi Bandung lautan sampah‎.

Sementara itu para kades yang diwakili oleh Yunus, Kades Ciherang meminta realisasi kompensasi dari gubernur .

"Kami minta realisasi perbaikan jalan desa, sarana pengadaan air bersih dan tenaga kerja lokal diserap dalam pengoperasian TPPAS Legoknangka ini," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal membuka lelang TPPAS Legok Nangka pada April 2017 ini. Saat ini pemprov bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tengah mempersiapkan tender tersebut. Sementara untuk TPPAS Nambo, Bogor Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tinggal menandatangani keputusan pemenang tender dengan dua syarat.

Terkait dengan persiapan tender Legok Nangka, pihaknya dibimbing langsung oleh LKPP. Hal itu dengan harapan, ketika tanda tangan kontrak dengan pemenang tender dilakukan, pihaknya tidak akan meragukan bahwa pemenang adalah perusahaan yang bonafit.

"Belajar dari pengalaman maka untuk tender Legok Nangka kita langsung gandeng LKPP untuk tender pengelolaan dan pemrosesan sampah akhir di Legok Nangka. Kalau jadi, insyaallah ini yang pertama dibimbing LKPP langsung. Mudah-mudahan karena dibimbing maka dari non teknis sampai urusan teknis dikelola dengan baik sehingga insyaallah semenjak awal sudah kelihatan kualifikasinya," ujar Heryawan usai memimpin rapat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 20 Februari 2017..

Menurut dia, tender yang akan dibuka pada April tersebut pun merupakan tender pekerjaan, peserta tender harus mampu menjalankan teknologi pengolahan dan pemomresan sampah yang ditentukan pemprov.

"Sehingga tendernya sejenis. Kan kalau kemarin tendernya itu berbagai perusahaan pengolah sampah daftar dengan berbagai teknologi. Sulit kan mengukurnya mana yang terbaik. Dan saat itu ggukur dari tiping fee saja. Nah nanti teknologi jadi pertimbangan sebelum menenetukan tipping fee," kata dia.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/03/04/yadi-minta-pemprov-percepat-operasional-tppas-legoknangka-395206