Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Friday, October 20, 2017

Bolsel - Mahyudi Dua Kali Usulkan Pengadaan Alat Berat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Yamin Ismail, melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Program Pelaporan, Mahyudi Binol, mengaku sudah dua kali mengusulkan pengadaan alat berat berupa eskafator, Kamis (19/10).
Untuk usulan yang ke dua kali katanya, sudah dimasukan dalam Rencana Kerja Anggaran (Renja) dan Rencana Strategi (Renstra) tahun 2016 - 2021.



Dia menilai BPBD Bolsel memang wajib memiliki alat berat, sebab kondisi daerah Bolsel rawan bencana, mulai dari bajir, tanah longsor, abrasi sungai, pohon tumbang, dan sebagainya.
"Harus disadari, Pagu indikatif yang di plot ke BPBD Bolsel sangat terbatas, hanya sebesar Rp 1,2 miliar. Namun kita butuh alat berat sebagai salah satu solusi," kata Binol.
Menurut dia, selama ini jika terjadi bencana, hanya berharap pinjaman alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Semoga kita bisa memiliki satu unit alat berat," Binol berharap.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Bolsel, Rolly Lomamay, mengatakan pengadaan alat berat dan beberapa peralatan lainnya sangat dibutuhkan oleh pihaknya ketika menghadapi bencana.
Seperti truk penampung air berkapasitas besar, truk sebaguna, dan motor jenis trail yang bisa digunakan disegala medan untuk proses evakuasi dan penyaluran bantuan.
"Kalau banjir tentu masyarakat butuh air bersih, begitu juga sebaliknya kalau kemarau masyarakat butuh air bersih," kata dia.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala BPBD Bolsel, Yamin Ismail, menjelaskan, sampai saat ini masih menunggu keberlanjutan pengusulan alat berat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Dengan kondisi anggaran yang ada di daerah tidak memungkinkan mengadakan alat tersebut," jelas Yamin.
Disisi lain, banyak daerah mengusulkan hal yang sama ke BNPB Pusat. Namun untuk pengadaan tidak bisa dilakukan satu kali, melainkan bertahap sesuai ketersediaan anggaran di pusat.
"Kalau tanya berharap, tentu kita berharap apa yang diusulkan segera terjawab," tukasnya.

Sumber: http://manado.tribunnews.com/2017/10/19/bolsel-mahyudi-dua-kali-usulkan-pengadaan-alat-berat