Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Monday, July 6, 2015

ANGGARAN ALUTSISTA: TNI Akan Siapkan 3 Renstra

106 triliun rupiah untuk anggaran alutsista tni, dari www.Bisnis.com, JAKARTA—Kapuspen TNI Mayjend Fuad Basya mengungkapkan TNI akan lebih fokus pada pembaruan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI dengan mengkhususkan penyusunan rencana strategis pengadaan alutsista.

Fuad mengatakan, dalam rapat dengar pendapat yang telah digelar antara TNI dan DPR RI, telah disepakati pemisahan tiga rencana strategis bagi TNI. Pertama, Renstra Pengembangan Alutsista. Kedua, Renstra Kesejahteraan Prajurit. Ketiga, Renstra Pemeliharaan Alutsista.

Tujuan pembagian ini menurutnya untuk memastikan anggaran pengadaan dan pemeliharaan alutsista akan lebih dikhususkan dan lebih jelas alokasinya. Dengan demikian, anggaran alutsista tidak tercampur dengan anggaran lainnya.

“Selama ini kita menggunakan satu renstra pengadaan alutsista. Tapi sebenarnya itu mecakup semua, antara lain pengadaan alutsista, gaji pegawai, pembangunan, biaya administrasi, gaji, makan prajurit, semua itu di sana,” katanya dalam acara diskusi bertajuk Hercules dan Ironi Alutsista di Jakarta, Sabtu, (4/7/2015).

Fuad mengatakan, dari Rp106 triliun anggaran TNI 2015, 40% di antaranya sudah terserap untuk belanja pegawai. Anggaran yang terealisasi untuk pengadaan dan pemeliharaan alutsista sejatinya sangat minim.

Anggaran sebesar Rp106 triliun tersebut terbagi dalam lima pot, yakni Kementerian Pertahanan, Maber TNI, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat. Persentase untuk belanja modal alutsista berkisar antara 30-40%, dan itu pun masih dikurangi dengan anggaran pemeliharaan.

“DPR sudah setuju pemisahan renstra ini, tinggal kita tunggu realisasinya,” katanya