Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Monday, April 10, 2017

Belanja alsinta melalui e-katalog

Belanja cepat melalui e-katalog.
Pemerintah saat ini terus meningkatkan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani di Indonesia. Hal ini dilakukan agar produksi pertanian semakin meningkat sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, distribusi alsintan ini secara langsung diberikan oleh pemerintah kepada para petani. Hal ini dilakukan mengingat lamanya waktu yang dibutuhkan untuk distribusi apabila sebelumnya dilakukan tender terlebih dahulu.

"Alsintan, dulu hanya 4.000 per tahun karena tender, benih terbatas. Kami ingin mengubah regulasi yang ada. Dari tender jadi pemberian langsung. Menteri tanggungjawab," tuturnya di Balai Kartini, Jakarta, Senin (10/4/2017).
Apabila dilakukan tender, lanjutnya, para petani harus menunggu lama untuk mendapatkan alsintan. Hal ini pun akan berdampak negatif pada jumlah produksi para petani.
"Kalau tender 4 bulan. Tikus enggak pernah katakan 'tunggu dulu, pemerintah lagi tender'. Ada yang katakan biarkan hancur pertanian yang penting sesuai prosedur. Ini bahaya," tuturnya.
Meskipun sempat diprotes, namun Amran tetap berupaya menjalankan kebijakan ini. Pasalnya, butuh keberanian untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia.
"Dulu nenek kami perang enggak ada yang bayar. Kalau Anda lahir sebelum tahun 1945 kalau tidak berani, negeri ini enggak akan lahir," ungkapnya.
Pemerintah pun juga memberikan kemudahan kepada petani pemerintah daerah untuk memesan alsintan dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah pemesanan melalui e-katalog.
"Hari ini pesan, hari ini dapat dengan e-katalog," ungkapnya.
Presiden Joko Widodo pun turut mendukung upaya Kementerian Pertanian ini. Hal ini terlihat dari keputusan Jokowi untuk menyetujui program ini dalam kurun waktu kurang dari 2 hari.
"Beliau tanda tangan, saya jemput di bandara. Presiden kaget diundang ratas tidak hadir tapi datang ke sini. Akhirnya beliau tanda tangan," tutupnya.
Sumber: http://m.okezone.com/read/2017/04/10/320/1663346/tak-tenderkan-alsintan-mentan-tikus-di-sawah-tak-bisa-menunggu