Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Tuesday, July 7, 2015

Pengadaan Gerobak Sampah di Dinas Kebersihan Lebak Dipersoalkan

berita dari www.indopos.co.id– Pengadaan gerobak sampah sebanyak 30 unit pada Dinas Kebersihan, Kabupaten Lebak, Banten, dipersoalkan.Pasalnya, kualitas gerobak sampah yang seakan akan dikerjakan oleh pemborong itu ternyata mengunakan ban bekas,dengan tujuan meraup keuntungan pribadi oknum pejabat di lingkungan Dinas Kebersihan, dalam proyek yang didanai oleh APBD Tahun Anggraan (TA) 2015 tersebut.

"Kami menilai, proyek pengadaan gerobak sampah dilingkunga ians Kebersihan dikerjakan asal jadi. Karena pada bagian ban gerobak sampah tersebut, tidak menggunakan ban baru, melainkan menggunakan ban bekas yang dibeli dari pssar loak," ungkap Abak Bahtiar, Sekjen Forum Komunikasi LSM Kabupaten Lebak kepada indopos.co.id,Selasa (7/7).

Abak mengaku heran, perilaku oknum pejabat yang selalu memanfaatkan proyek untuk mencari keuntunga pribadi,tanpa memperhitungkan kualitas pekerjaan.Untuk itu, pihaknya bersama sejumlah LSM dan penggiat anti korupsi lainnya di Lebak, akan mengkaji persoalan ini untuk diteruskan kepada aparat penegak hukum agar diusut tuntas.

"Saya dan teman-teman LSM lainnya akan segera mengkaji persolan ini, apakah terdapat unsur pidananya atau tidak. Jika hasil kajian kami nantinya,bahwa proyek pengadaan gerobak sampah ini disinyalir ada unsur pidananya,maka kami akan segera melayangkan surat pengaduan kepada pihak berwajib," ancamnya.

Selain itu, Abak berharap kepada bupati Lebak, Hj Iti Octavia Jayabaya berani bertindak tegas kepada oknum pejabat yang tidak patuh dengan Tupoksinya,serta mengabaikan kualitas pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

“Bagaimana Kota Rangkasbitung mau mendapatkan piala adipura,oknum di Dinas Kebersihan sebagai ujung tombak dalam petaihan piala adipura saja sudah curang dalam pengadaan proyek gerobak sampah,” tuturnya.   

Tatang, kepala bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana,Dinas Kebersihan yang dikonfirmasi, mengakui jika 30 unit gerobak sampah pada TA 2015 ini, mengunakan ban bekas.

 "Memang benar, sebanyak 30 unit gerobak sampah menggunakan ban bekas,tapi itu dilakukan oleh pihak pemborong, karena proyek ini adalah penunjukan langsung yang diekrjakan oleh pemborong,” kilah Tatang

Bahkan Tatang menganggap wajar,dalam setiap proyek tidak sepenihnya utuh dan sesuai dengan spek yang ditetukan,” Saya rasa wajar dong, dalam satu kegiatan proyek tidak harus utuh mengikuti aturan atau spek yang sudah ditentukan," ujarnya enteng seraya meminta wartawan untuk mengkonfirmasi kepada pemborong yang melaksanakan kegiatan tersebut.

Sementara Soni, yang namanya disebut sebagai pemborong dalam pengadaan 30 unit gerobak sampah tersebut ketika dikonfirmasi, mengelak kalau dirinya yang melaksanakan kegiatan proyek tersebut.

"Memang betul saya yang ditunjuk oleh dinas Kebersihan dalam proyek pengadaan gerobak sampah.Namun sebenarnya, pihak dinas hanya meminjam bendera CV saya, dan yang mengerjakannya adalah pak Tatang, Kabid Sapras dinas Kebersihan," ungkapnya.(
- See more at: http://www.indopos.co.id/2015/07/pengadaan-gerobak-sampah-di-dinas-kebersihan-lebak-dipersoalkan.html#sthash.Hph7gaYa.dpuf