Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Wednesday, August 26, 2015

Pengadaan Website 140 milyar, mahal sekali...

Website pakai wordpeess sampai milyarmilyar harganya. Harusnya keamanan dan tampilannya bemar benar high class. Tapi pakai WP, domain host lokal, kena hack juga. Ini namanya tidak peform dan harga terlalu mahal.

Selang dua hari resmi diluncurkan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), situs Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang beralamat di revolusimental.go.id, menuai protes keras di kalangan masyarakat. Alhasil, kini situs tersebut ditutup sementara.


Protes keras tersebut dikarenakan situs tersebut menggunakan layanan hosting lokal dengan biaya murah, padahal nilai proyek situs tersebut dikabarkan mencapai Rp140 miliar. Begitu pula dengan tampilan situs Revolusi Mental juga menjadi sasaran kritik masyarakat karena diduga menjiplak tampilan dari situs kampanye Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Menurut pakar telematika, Prananoraga Pramuditya, kondisi ini bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah Presiden Joko Widodo dan khususnya Menteri Puan.
"Okelah jiplak website Obama, tapi masa situs pemerintahan pakai layout wordpress. Rakyat sudah pintar-pintar dan gak gampang dibodohi. Jokowi harus evaluasi lah, panggil Menteri Puan. Masa buat situs kok memble," kata Prana menjawab Harian Terbit di Jakarta, Rabu (29/8/2015).

Prana pun mengaku masyarakat bisa mengecek data informasi domain tertentu seperti nama pemilik domain, ip address, name server dan umur domain, kapan domain situs program revolusi mental tersebut didaftarkan dan kapan domain ini akan expired.

"Lihat saja, kode JS, si pembuat layout website Obama juga masih ada. Lihat saja, www.revolusimental.go.id/gerakan/wp-content/themes/gnrm_main/js/monroe.js?ver=1.0 (port 80)," imbuhnya.

Dirinya memperkirakan anggaran pembuatan website semacam itu ditaksir antara Rp1 juta hingga Rp4 juta saja.
"Dengan perkiraan tersebut, Menteri Puan harus transparan anggaran pembuatan webiste tersebut. Informasikan ke khalayak publik. Jangan langsung ditutup begitu saja webnya," tegasnya.
"Penegak hukum baik kejaksaan, Polri dan KPK harus usut pengadaannya," ucapnya.
Prana mengingatkan, situs tersebut sangat rentan diretas atau di-hacker. "Jangan main-main ketika membuat website pemerintah. Dengan hosting murah, keamanan websitenya tidak terjamin. Karena gampang di hacker atau di retas," jelasnya
Dirinya menyayangkan, jika Menteri Puan tidak berkonsultasi dengan Menkominfo. "Masa buat website pemerintahan tanpa konsultasi layout dengan Menkominfo. Jangan hanya minta domain saja, Kominfo baru digandeng. Apalagi server ataupun situs pemerintahan selama ini kerap diserang oleh pihak tertentu. Ketika sudah diserang, ujung-ujungnya minta anggaran untuk upgrade, tapi tidak ada hasilnya," pungkasnya.
Saat ini, website tersebut tidak bisa diakses dan hanya terdapat tulisan “Resource Limit Is Reached.” Munculnya peringatan ini disinyalir karena website revolusi mental tidak menggunakan fasilitas hosting yang memadai.
Untuk diketahui, program dari revolusi mental lainnya selain website diantaranya sosialisasi berupa pengadaan iklan, film, atau dialog publik. Kampanye atau sosialisasi juga bisa dilakukan melalui tokoh-tokoh agama. Adapun pengadaan website tersebut, juga merupakan bagian program lainnya seperti penyusunan buku landasan Filosofis Revolusi Mental, buku Saku Revolusi Mental, penerbitan. Majalah Revolusi Mental serta Website Revolusi Mental yang diintegrasikan dengan media sosial.
Pengelolaan dana ini berada di bawah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan yang dipimpin Puan Maharani.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai anggaran pembuatan website revolusi mental tersebut. Puan mengaku tidak tahu pasti berapa besar dana negara yang diperuntukkan untuk website ini.
“Saya tak tahu pasti. Tapi ini lengkap, satu paket dengan pengelolaan, dengan tenaganya itu kita siapkan,” jawab Puan.
Sebelumnya, menurut Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Haswan Yunas, peluncuran situs ini adalah untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan masukan, kritikan dalam hal revolusi mental.
"Situs ini kami luncurkan untuk memudahkan rakyat Indonesia dalam memberikan masukkan-masukkan yang berhubungan dengan revolusi mental," ujar Haswan.