Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Friday, August 3, 2018

Wiranto bentuk tim selesaikan pengadaan Shukoi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan, pemerintah akan membentuk tim kecil untuk menyelesaikan pengadaan 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35.

"Saya bentuk tim kecil untuk secara detail, secara teknis, bisa melakukan kajian-kajian sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang lebih sistematis dan tepat, terutama kita kaitkan dengan keadaan negeri ini saat ini," ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Wiranto mengungkapkan ini usai menggelar rapat bersama Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Turut hadir perwakilan dari Mabes TNI, yaitu Irjen TNI Letjen Muhammad Herindra dan TNI AU yang diwakili Wakil KSAU Marsda Wieko Syofyan,

Menurut Wiranto, nantinya tim kecil tersebut akan mengkaji pengadaan pesawat Sukhoi Su-35 dari berbagai aspek.

"(Yang dikaji) menyangkut masalah anggaran, termasuk yang mengatur masalah tipe-tipe dan kelengkapan yang nanti akan kita dapatkan," ujar Wiranto.

"Kemudian juga adanya keinginan kami untuk bisa memasarkan pesawat Sukhoi Su-35, diterima, dan bagaimana alih teknologinya, banyak sekali," kata dia.


Selain itu, Wiranto menginginkan dari pengadaan pesawat Sukhoi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia.

"Pembelian alutsista ini ternyata tidak semudah seperti kita membeli barang. Banyak sekali hal-hal sampingan yang perlu kami bincangkan lebih detail, juga bagaimana kita mendapatkan keuntungan-keuntungan dari proses pembelian," ucap Wiranto.


Di sisi lain, Wiranto menyampaikan rapat tersebut juga membahas kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan terkait pengembangan jet tempur Korea Fighter eXperiment dan Indonesia Fighter eXperiment (KFX dan IFX).


Wiranto mengatakan, tim kecil yang dibentuk juga akan mengkaji secara menyeluruh mengenai pembuatan jet tempur KFX dan IFX.

Seperti diketahui, belum lama ini RI-Rusia menandatangani kesepakatan terkait imbal beli atau barter pesawat tempur Sukhoi dengan komoditas Indonesia.

Harga pembelian 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia mencapai 1,14 milar dollar AS atau Rp 15,3 triliun dengan kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500.

Nantinya, setengah harga pembelian pesawat tempur Sukhoi itu akan dilakukan dengan skema imbal beli komoditas Indonesia.

Sumber: www.kompas.com