Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Sunday, September 20, 2015

Kementan lelang bibit di akhir tahun untuk tahun anggaran 2016

Ini contoh bagus untuk mempercepat serapan anggaran, solusinya salah satunya adalah lelang sebelum tahun anggaran berjalan. Jangan ribut ribut nanti pas bulan juli agustus pertengahan tahun, tapi ributlah ketika akhir tahun anggaran untuk mempersiapkan perencanaan tahun ke depan. 

Perencanaan yang baik, yang detail, yang jelas, akan mempermudah penyerapan anggaran pada tahun ke depan. Diperjelas apa output nya, bagaimana pengadaan nya, bagaimana pengangaran dan keuangannya, siapa pelaksananya. 

Hal ini dicoba dilakukan oleh kementan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan tender untuk mempersiapkan masa tanam 2016. Persiapan sengaja dilakukan jauh-jauh hari agar distribusinya tak terlambat. "Kita ada tender di Oktober untuk persiapan tanam 2016," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini.

Ia pun meminta para petugas Kementan di daerah bersiap-siap, utamanya dalam menyediakam lahan sawah baru. Dengan begitu, peningkatan produksi akan kentara dan lebih meningkat di lahan yang fresh.
Daerah juga diminta menggenjot penyerapan anggaran agar maksimal di 2015. Ia menyebut, saat ini penyerapan secara keseluruhan baru mencapai 42 persen. Ia pun menginstruksikan seluruh penanggung jawab anggaran di tingkat pusat agar menemui satuan kerja di tingkat provinsi. 

"Kami minta seluruh penanggung jawab, mulai besok bergerak ke lapangan memandu satuan kerja di provinsi," kata Amran. 

Tingkat penyerapan anggaran di daerah rendah dan baru berkisar 20-30 persen. Daerah tersebut di antaranya Sulawesi, Bengkulu, Jambi, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penyebab rendahnya anggaran di daerah yakni adanya permasalah pada musim tanam dan ketakutan akan tersangkut dengan permasalahan hukum.
Sumber: Republika online www.republika.co.id