Pengadaan Barang Jasa, Uang Muka, Jaminan dalam Pengadaan Barang Jasa, Buku Pengadaan, Buku Tender,Pengadaan barang, Perpres 54 tahun dan revisi/perubahan perpres 54, Pengguna Anggaran (PA), Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pokja ULP, PPHP, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Pengadaan Pelaksana Konstruksi, Pengadaan Konsultansi, Pengadaan Jasa Lainnya, Swakelola, Kebijakan Umum Pengadaan, Pengadaan Langsung, Pelelangan atau Seleksi Umum, Pengadaan atau Penunjukan Langsung, Pengadaan Kredibel, Pengadaan Konstruksi, Pengadaan Konsultan, Pengadaan Barang, Pengadaan Jasa Lainnya, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, SKT Migas, Tenaga Ahli, HPS, Kontrak, Evaluasi, Satu/Dua Sampul dan Dua Tahap, TKDN, Sisa Kemampuan Paket, Kemampuan Dasar, Dukungan Bank, afiliasi, Konsolidasi Perpres 54 tahun 2010, e-katalog, Penipuan Bimtek e-Procurement Kasus Pengadaan Construction, Consultation, Goods, Services, Green Procurement, Sustainable Procurement, Best Practice Procurement, Supply Chain Management http://pengadaan-barang-jasa.blogspot.co.id/search/label/kasus%20pengadaan

Thursday, September 17, 2015

Mensesneg - Buatlah skripsi tentang Pengadaan

Baru kali ini ada menteri yang punya ide visioner seperri Mensesneg Pratikno ini. Beliau meminta agar para mahasiswa UGM membuat skripsi bertema Pengadaan Barang/Jasa.
Berikut adalah beritanya dari www.merdeka.com

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno yang juga merupakan mantan rektor UGM meminta, bekas mahasiswanya untuk membuat skripsi tentang solusi mengatasi proses pengadaan barang dan jasa yang selama ini ribet dan juga merugikan. 

Hal tersebut diungkapkan Pratikno saat menjadi keynote speaker dalam seminar peringatan Dies Natalis Fisipol UGM, di Ruang Sidang Rektorat UGM, Sabtu (12/9).

Menurutnya, selama ini dalam pengadaan barang dan jasa, harganya justru lebih mahal dari harga di pasaran. Dia mencontohkan harga kertas lewat prosedur pengadaan barang lebih mahal daripada beli di Toko Merah, salah satu toko alat tulis terkenal di Yogyakarta.

"Ini serius. Masak harganya lebih mahal daripada beli di Toko Merah, ini kan nggak bener. Kita sedang kerja keras dengan e-katalog," katanya.

Dia pun meminta mahasiswa UGM untuk membuat skripsi mencari solusi tentang proses pengadaan barang dan jasa tersebut.

"Coba mahasiswa buat skripsi tentang pengadaan barang ya," celetuknya.
"Jangan sampai nanti petani tender pupuk, proses lelang lama, pupuk datang, musim panen sudah selesai," sambungnya.
Meski demikian, dia menegaskan bukan harga yang menjadi patokan. Karena harga yang murah juga kadang bermasalah.
"Di zaman saya jadi rektor, ada tender lelang kontrak kebersihan, di outsourcing. Dipilih yang paling murah, ternyata pekerjanya dibayar di bawah UMR. Yang jaga parkir di Fisipol itu kalau kalian tahu dibayar di bawah UMR. Setelah kita putus kontraknya," tandasnya.